Selasa, 23 Maret 2010

Bandung "Sejuta Daya Tarik Paris van Java"

Hawa sejuk yang menjadi selimut kota ini menambah lengkap daya tarik kota yang menjadi Ibu Kota Provinsi Jawa Barat. Sebutan Paris Van Java tidak hanya sekedar julukan atau hanya nama sejarah saja. Kota yang sejuk, rindang indah dan banyak lagi hal lainnya yang menambah kemiripan kota ini dengan kota sang maha indah di Perancis sana. Ya, memang tidak persis sama, akan tetapi bukan dengan tanpa alasan yang jelas orang-orang terdahulu menyamakan kota ini dengan kota Paris. Sejuk, rindang, indah dan banyak hal lagi yang membuat banyak orang yang menyamakan Kota Bandung dengan Paris.
Sedikit berbicara tentang sejarah Kota Bandung, ternyata Paris Van Java ini mempunyai catatan sejarah yang panjang hingga menjadi Kota Bandung yang sekarang ini. Kota yang dulu merupakan bagian dari Kerajaan Pajajaran ini telah mengalamai perubahan yang cukup banyak. Mulai dari pemindahan ibu kota dari Karapyak ke daerah pinggiran Sungai Cikapundung yang berseberangan dengan Alun-alun yang sekarang ini menjadi KM 0 Kota Bandung.
Selain kemiripannya dengan Paris dan riwayat sejarahnya yang cukup panjang, Bandung sendiri bisa berbangga hingga sekarang ini karena Bandung pernah menjadi tempat diselenggarakannya KAA pada tahun 1955 di Gedung Merdeka Jl. Asia Afrika. Selain KAA, KTT Asia Afrika yang diselenggarakan tahun 2005 lalu juga merupakan sebuah peristiwa yang besar yang cukup membuat bangga nama Kota Bandung.
Walaupun banyak hal yang dapat membanggakan Kota Bandung, Bandung sendiri tidak luput dari rumor-rumor yang kurang baik. Pada tahun 2006 Bandung mendapatkan predikat kota terkotor dari pemerintah, hal ini bertalian erat dengan status darurat sampah yang terjadi di Bandung pada tahun tersebut.
Tidak ada sesuatu yang sempurna di atas muka bumi ini. Ungkapan seperti itu rasanya memang pas diberikan kepada Kota Bandung ini. Walaupun banyak rumor atau kejadian yang kurang baik yang didengar oleh masyarakat, Bandung tetap menjadi tujuan wisata dengan sejuta daya tariknya.
Setelah berbicara sejarah dan sekelumit cerita tentang Bandung, selanjutnya mari kita mengungkap apakah sejuta daya tarik Paris Van Java tersebut.
Di Kota Bandung terdapat banyak tempat yang bisa kita kunjungi untuk sekedar menghabiskan waktu libur kita. Bandung sendiri mempunyai beragam pilihan tempat wisata, baik wisata belanjanya, wisata alamnya dan yang paling dicari yaitu wisata kulinernya.
Bagi anda penikmat wisata alam atau sekedar ingin merasakan sensasi alam bebas yang masih asli, Bandung menawarkan berbagai tempat wisata alam yang cukup menjanjikan untuk dikunjungi.
Kawah Putih, sebuah tempat yang terletak kurang lebih 46 km atau 2,5 jam dari kota Bandung tersebut merupakan tempat wisata alam yang cukup sering dikunjungi para wisatawan domestik maupun manca negara. Dengan pemandangan berbagai macam jenis tanaman sepanjang jalan menuju kawah tersebut, ditambah lagi keindahan panorama di sekitar kawah yang luar biasa memikat mata, rasanya sangat sayang bila anda berkunjung ke Bandung tidak menyempatkan diri untuk mampir ke Kawah Putih ini.
Selain Kawah Putih, masih banyak lagi tempat wisata alam yang bisa dikunjungi di Bandung. Tangkuban Perahu misalnya, tempat yang memiliki cerita legenda yang sangat kuat tersebut mempunyai daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke sana. Memang, baik Kawah Putih ataupun Tangkuban Perahu terletak agak jauh dari Kota Bandung, tetapi anda tidak perlu khawatir karena sekarang ini sudah banyak transportasi untuk menuju ke sana.
Bagi anda yang ingin mencari tempat wisata lainnya yang tidak terlalu jauh dari Kota Bandung, anda bisa mencoba berkunjung ke Kebun Binatang bandung. Obyek wisata yang cukup popular di kota ini, selalu dipadati pengunjung setiap akhir pekan. Kebun Binatang ini terletak di Jalan Taman Sari, tidak jauh dari situ ITB berdiri tegak berdampingan dengan tempat wisata tersebut. Tiket masuk ke Kebun Binatang inipun cukup terjangkau.
Masih banyak tempat lain yang bisa dikunjungi di Kota Bandung ini. Salah satunya Saung Angklung Udjo, tempat ini cukup unik berdiri diantara banyaknya serangan budaya luar yang bertubi-tubi menyerang kesenian Indonesia. Tempat sanggar seni sunda ini berdiri gagah mempertahankan kesenian tanah pasundan yang sudah mulai ditinggalkan oleh penduduknya. Di sana, anda akan menemukan sajian pertunjukan seni kacapi, tari-tarian dan yang menjadi pamungkasnya adalah pertunjukan angklungnya. Para pengunjung akan dibagikan angklung untuk dimainkan bersama para pemain angklung yang nantinya akan memainkan berbagai lagu yang bukan hanya lagu sunda saja, bahkan lagu-lagu yang cukup popular seperti you raise me up dan yang lainnya.
Buat anda yang gemar mengabadikan diri anda dalam foto, di Bandung terdapat satu tempat yaitu Jalan Layang Pasopati. Saat ini Jalan Layang Pasopati sudah termasuk dalam daftar landmark Kota Bandung yang mungkin nantinya akan menggeser keberadaan Gedung Sate. Di tempat ini anda bisa menyaksikan kota bandung dari sisi yang berbeda. Jalan layang ini juga memiliki bentuk yang unik mirip dengan jembatan Golden Gate di Amerika sana. Banyak muda-mudi Bandung menjadikan tempat ini sebagai tempat bergaul dan tempat untuk mengabadikan momen-momen indah di Paris Van Java ini.
Setelah letih mengunjungi wisata alamnya dan beberapa tempat wisata lainnya, rasanya kurang pas bila tidak melakukan tradisi belanja di kota belanja ini. Bagi anda yang gemar berburu baju-baju unik limited edition, FO (factory outlet) Kota Bandung ini adalah solusi tepat untuk menyalurkan hobi anda tersebut. Meskipun banyak FO yang tersebar di Bandung, akan tetapi yang tetap menjadi pilihan adalah FO yang tersebar banyak di sekitar wilayah Dago (Jalan Ir. H. Juanda), Jl. Setiabudhi dan Jl. Riau. Cargo, Renariti, Heritage merupakan salah satu contoh FO ternama yang sering dikunjungi wisatawan yang ingin berburu baju-baju unik dengan harga cukup terjangkau.
Setelah asik berburu berbagai baju di FO yang ada di Bandung, belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi jajanan khas Bandung yang terkenal beragam dan enak di lidah. Buat anda yang ingin mencoba Baso Tahu, yaitu sejenis makanan berbahan dasar ikan yang dicampur dengan tepung tapioka dan dikukus lalu dihidangkan dengan bumbu kacang yang nikmat, anda bisa mendapatkannya di Jl. Setiabudhi. Baso Tahu Borobudur memang cukup terkenal di kota Bandung. Selain Baso tahu, Batagor, Mie Kocok, Peyeum, Lotek dan banyak lagi tentunya makanan khas Bandung yang sangat sayang bila anda lewatkan begitu saja. Tempat yang cukup sering didatangi untuk makanan khas Bandung ini, yaitu Batagor Riri, Mie Kocok Jl. Sunda, Lotek Kalipah Apo dan banyak lagi tempat wisata kuliner yang tersebar di seluruh penjuru Kota Badung.
Bagi anda yang berkunjung ke Kota Bandung dan berencana untuk menginap, anda tidak perlu khawatir karena terdapat banyak hotel dan penginapan yang beragam harganya. Mulai dari Hotel Savoy Homan, Grand Preanger, Papandayan dan banyak juga hotel kelas melati yang siap melayani anda untuk kebutuhan penginapan di Kota Bandung.
Transportasi. Untuk masalah yang satu ini anda tidak perlu khawatir, karena Bandung merupakan salah satu kota yang sudah cukup modern dan transportasi bukan lagi masalah untuk berwisata di kota ini.
Warga Bandung biasanya menggunakan angkutan kota atau yang lebih akrab disebut angkot daripada taksi sebagai transportasi di dalam kota. Selain itu, bus kota juga merupakan salah satu pilihan transportasi terutama yang digunakan di jalan-jalan utama dan berjarak jauh. Kota Bandung memiliki bandara internasional yaitu Bandara Husein Sastera Negara yang menghubungkan Bandung dengan Kuala Lumpur ataupun Singapura. Selain bandara, terdapat juga stasiun kereta api dengan rute yang cukup beragam.
Jika di Jakarta dibangun jalur Bus Way, di Bandung juga terdapat TMB (Trans Metro Bandung). Jalur khusus bus itu akan melayani bus khusus dengan jurusan Cibiru-Cibeureum. TMB akan melintasi jalan Soekarna-Hatta dari ujung timur (Cibiru) ke ujung barat (Cibeureum) kota Bandung.
Dengan memiliki berbagai fasilitas kegiatan berwisatanya, Bandung akan selalu menjadi primadona tujuan wisata untuk sekarang ini dan mungkin beberapa tahun ke depan tergantung bagaimana warga Bandung dan pemerintah dalam memliharanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar